PoljamNews: Sivitas Akademika Politeknik Jambi memperingati hari kelahiran Pancasila tanggal 1 Juni dalam sebuah upacara di Politeknik Jambi, Jumat 2 Juni 2017. Bertindak sebagai pembina upacara Direktur Politeknik Jambi, Ir. Hilda Porawati,M.T. yang mengingatkan kepada seluruh sivitas akademika bahwasanya Indonesia sangat beragam. Saya Indonesia, Saya Pancasila, katanya mengingatkan.
“Bahwasanya Indonesia sekarang ini di ambang keadaan sangat tidak nyaman. Kita menginginkan hidup di Indonesia ini dalam keadaan yang nyaman bukan seperti negara-negara lain yang kisruh dengan masalah sara (suku, agama, ras dan antar golongan). Sebagai generasi muda kita harus sama-sama menyatukan visi daripada kebhinekaan tunggal ika yang ada di Indonesia,” lanjutnya.
Direktur Politeknik Jambi juga mengisahkan bahwasanya dirinya dan dosen-dosen lainnya dahulu di awal perkuliahan harus melaksanakan penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) selama 100 jam yang menjelaskan apa itu Pancasila, namun saat ini sudah tidak diadakan lagi. Saat ini yang ada hanya ospek (orientasi pengenalan kampus), hal inilah yang menyebabkan ketidak nyamanan dalam kehidupan kita, tandasnya.
Selanjutnya Hilda Porawati dalam amanatnya menjelaskan apa sebenarnya isi daripada Pancasila yakni antara lain sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa yang berarti  satu, percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Dua, hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Tiga saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya dan emapat, tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
Sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab artinya, satu m engakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Dua, saling mencintai sesama manusia. Tiga mengembangkan sikap tenggang rasa. Empat, tidak semena-mena terhadap orang lain. Lima, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Enam, gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Tujuh, berani membela kebenaran dan keadilan. Dan delapan, bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Sila ketiga Persatuan Indonesia, pertama menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dua, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Tiga cinta Tanah Air dan Bangsa. Empat, bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah Air Indonesia. Dan lima, Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Sila keempat Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hilmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, pertama, mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Dua, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Tiga, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.Empat, musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
Lima, dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
Enam, musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
Tujuh, keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pertama mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
Kedua, bersikap adil. Ketiga menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Empat, menghormati hak-hak orang lain. Lima, suka memberi pertolongan kepada orang lain. Enam, menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. Tujuh, tidak bersifat boros. Delapan, tidak bergaya hidup mewah. Sembilan, tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum. Sepuluh, suka bekerja keras. Sebelas, menghargai hasil karya orang lain. Dan terakhir duabelas, bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Demikian Hilda Porawati. (WD).
____

Berita

Layanan Online

-

Lokasi Kampus

Video